Salah satunya upayanya adalah dengan mempertimbangkan untuk menghapus metode tes PCR dan diganti dengan metode skrining lain bagi pelancong yang sudah divaksin sebagai bagian dari skema Test & Go.
Thailand juga berencana melonggarkan aturan high risk close contact (HRC) yang memaksa penumpang pesawat yang pernah duduk di dekat pasien Covid-19 untuk menjalani karantina wajib.
Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) Yuthasak Supasorn mengatakan keputusan ini akan tergantung pada komite pengendalian penyakit menular nasional, dan juga akan memerlukan persetujuan dari pertemuan Pusat Administrasi Situasi Covid-19 (CCSA) yang akan dipimpin oleh Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha pada Jumat (12/11) waktu setempat.
Keputusan mempertimbangkan penghapusan tes PCR karena itu membutuhkan setidaknya enam jam untuk hasilnya, sementara pelancong yang masuk harus memesan dan menginap di kamar hotel sambil menunggu hasilnya.
"Metode alternatif, seperti alat tes antigen, lebih nyaman dan membantu mengatur arus wisatawan lebih baik jika jumlah kedatangan meningkat," kata Yuthasak, seperti dikutip dari
Bangkok Post.
Tindakan penyaringan baru yang diusulkan, yang tidak memerlukan masa tunggu, dipercaya akan memberikan lebih banyak peluang bagi hotel di mana pun karena wisatawan dapat melakukan perjalanan langsung ke tujuan pilihan mereka.
BERITA TERKAIT: