Juru bicara Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA), sebuah kelompok pemberontak yang menguasai petak-petak wilayah itu, mengatakan pemerintah KIA melakukan penguncian agar kasus tidak semakin menyebar, di tengah lonjakan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Penguncian diberlakukan sejak 2 November lalu dan belum diputuskan untuk waktu berapa lama.
Lonjakan kasus di Myanmar pada Juni dan Juli lalu dan berlanjut hingga sekarang, membuat pihak berwenang Kachin, mengobarkan perang terhadap Covid-19.
China, tetangga mereka, telah berjuang memerangi varian delta yang menyebar di penjuru negeri. China juga menutup penyeberangan perbatasan dan meningkatkan patroli untuk mencegah masuknya pengungsi Myanmar yang dikhawatirkan melarikan diri dari kekerasan pasca-kudeta. Namun begitu, China telah mengirimkan jutaan dosis vaksin kepada pemerintah militer.
"Orang-orang tidak diizinkan masuk atau keluar kota, dan penduduk diperintahkan untuk tinggal di rumah kecuali membeli makanan," jelas Kolonel Hein Wawm, jubir KIA, seperti dikutip dari
Bangkok Post.
Sebagian besar kasus terdeteksi di sebuah sekolah. Aparat telah mengatur pasokan makanan ke wilayah-wilayah yang dikunci.
BERITA TERKAIT: