Harapan itu diutarakan putra mahkota Inggris itu dalam pidatonya di KTT G20 di Roma, Italia pada Minggu (31/10). Dalam pidatonya, ia sangat fokus pada isu perubahan iklim.
Pangeran berusia 72 tahun mengatakan dunia membutuhkan triliunan dolar investasi setiap tahunnya untuk menciptakan infrastruktur baru yang diperlukan demi memenuhi target 1,5 derajat menghentikan pemanasan global.
Angka itu juga berdasarkan pertemuan COP15 Biodiversity yang baru-baru ini digelar di China, dan bertepatan dengan KTT Perubahan Iklim COP26 di Glasgow pada pekan ini.
"Tidak ada pemerintah yang memiliki jumlah sebesar itu, itulah sebabnya saya telah menghabiskan begitu banyak waktu selama sembilan belas bulan terakhir mencoba untuk membentuk aliansi global di antara sektor swasta, karena saya telah lama percaya itu memegang kunci utama untuk solusi yang kita cari," kata Charles.
Dalam hal ini, ia berterima kasih kepada Perdana Menteri Italia Mario Draghi yang turut mengundangnya dalam KTT G20 untuk bisa menyuarakan isu tersebut.
"Itu sebabnya saya juga mendoakan agar Presiden (Joko) Widodo sukses ketika Anda (PM Draghi) menyerahkan tongkat estafet kepadanya dalam waktu satu bulan," tambahnya.
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan KTT G20 di Roma, Jokowi terbang ke Glasgow untuk melanjutkan kunjungannya dan menghadiri COP26 bersama para pemimpin dunia lainnya.
BERITA TERKAIT: