Jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan, Afghanistan memiliki hak untuk memutuskan masa depan mereka.
"Kami berharap PBB, negara-negara terkaya di dunia dan banyak organisasi lainnya akan memberikan bantuan kepada rakyat Afghanistan, dan tidak mengubah bantuan dan dukungan mereka menjadi instrumen tekanan politik, dan dengan tulus bekerja sama dalam mengatasi masalah yang ada," kata Mujahid lewat akun Twitter-nya.
Mujahid menekankan, invasi AS ke Afghanistan tidak menghasilkan apa pun selain korban dan kerugian finansial.
Pada pertengahan Agustus, Taliban memasuki Kabul, dan provinsi terakhir yang melawan kelompok itu, Panjshir, menyerah pada 6 September.
Saat pasukan internasional menarik diri dari Afghanistan dan evakuasi asing berakhir, Taliban mengumumkan komposisi kabinet sementara.
BERITA TERKAIT: