Dari gambar-gambar satelit tersebut, tampak jet tempur J-16D yang dirancang untuk peperangan elektronik ditempatkan di pangkalan udara di Provinsi Jiangxi.
Pemimpin redaksi Kanwa Defense Review, Andrei Chang mengatakan, citra satelit menunjukkan J-16D telah dikerahkan ke pangkalan udara Xiangtang di Nanchang, Jiangxi pada Mei.
Gambar terpisah pada Januari menampakkan pangkalan udara lain di daerah Changxing, Provinsi Zhejiang sedang diperluas, dengan hanggar baru dan infrastruktur lainnya sedang dibangun.
"Semua pangkalan udara di sepanjang pantai tenggara sedang diperluas dan ditingkatkan untuk menampung lebih banyak jet tempur karena semakin banyak serangan udara skala besar yang akan dilakukan," ujar Chang, seperti dikutip
South China Morning Post.
Sumber militer di Beijing juga mengonfirmasi J-16D telah dikerahkan ke pangkalan udara tersebut, dengan menyebutnya sebagai bagian dari latihan kesiapan tempur.
"Pengerahan 52 pesawat (dalam serangan mendadak pertama) pada Senin menunjukkan kekuatan tempur penerbangan PLA. Saya perkirakan lebih banyak jenis pesawat PLA akan dikirim di masa depan, dengan serangan mendadak terbesar yang melibatkan lebih dari 100 (pesawat)," tambah Chang.
Sejak Jumat (1/10) hingga Senin (4/10), totalnya diperkirakan sudah ada 145 pesawat milik angkatan laut China yang masuk tanpa izin ke wilayah udara Taiwan.
Pada Jumat atau bertepatan dengan Hari Nasional China, Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) menerbangkan 38 pesawat ke ADIZ Taiwan. Besoknya, Sabtu (2/10), ada 39 pesawat yang dikerahkan. Sementara Minggu (3/10) terdapat 16 pesawat, dan Senin terdapat 52 pesawat.
Beijing mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, sementara pulau itu mendeklarasikan diri sebagai negara yang merdeka dan demokratis.
BERITA TERKAIT: