Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian mengatakan, Teheran sedang menyelesaikan persiapan untuk negosiasi dan hampir selesai.
"Pembicaraan akan segera diadakan di tingkat wakil menteri luar negeri," tambahnya, seperti dikutip kantor berita
Fars, Minggu (3/10).
Pada 2015, Iran JCPOA dengan kelompok negara P5+1 (Amerika Serikat, China, Prancis, Rusia, Inggris, ditambah Jerman) dan Uni Eropa.
Kesepakatan itu mengharuskan Iran untuk mengurangi program nuklirnya dan cadangan uraniumnya dengan imbalan keringanan sanksi, termasuk mencabut embargo senjata lima tahun setelah adopsi kesepakatan.
Namun, AS menarik diri dari JCPOA pada 2018, dan menerapkan kebijakan garis keras terhadap Teheran. Hal itu mendorong Iran untuk mengabaikan kewajibannya berdasarkan perjanjian tersebut.
Pada April 2021, putaran pertama untuk memulihkan JCPOA dimulai. Namun perundingan ditangguhkan pada putaran keenam yang dilakukan pada 20 Juni lalu lantaran Iran yang tengah melakukan proses pemilihan presiden.
Pada September, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa Washington siap untuk kembali mematuhi JCPOA jika Teheran setuju untuk melakukan hal yang sama.
BERITA TERKAIT: