Mengutip sumber lokal,
Sputnik melaporkan, ledakan itu terjadi sehari setelah ledakan di Jalalabad yang menghantam sebuah mobil milik Taliban. Ketika itu dua orang tewas dan enam lainnya luka-luka.
"Seorang perwira intelijen Taliban tewas dalam ledakan di kota Jalalabad pagi ini," kata sumber itu.
Pada 18 September, ledakan lain melanda Jalalabad, menewaskan tiga orang dan melukai 19 lainnya. Kelompok teror ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Dalam sebuah wawancara awal pekan ini, Wakil Menteri Kebudayaan dan Informasi Afghanistan Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa hanya ada sedikit ISIS di Afghanistan, dan Taliban sedang bekerja untuk memberantasnya.
Taliban mengambil alih Afghanistan pada 15 Agustus di tengah penarikan pasukan NATO pimpinan AS.
Pasukan koalisi meninggalkan Afghanistan pada 31 Agustus, mengakhiri kampanye militer asing hampir 20 tahun di Afghanistan. Sementara itu, benteng terakhir perlawanan anti-Taliban di provinsi Panjshir disebut telah jatuh pada 6 September.
BERITA TERKAIT: