Selain mengancam Faucy, tersangka yang diidentifikasi sebagai Thomas Patrick Connally (56) yang ditangkap pada Selasa (23/8) juga menyasar Direktur National Institutes of Health, Francis Collins.
Forbes melaporkan pada Kamis (26/8), bahwa Fauci dan Collins menerima lebih dari selusin email dari alamat yang sama, isinya mengancam akan menyiksa dan membunuh mereka, istri dan anak-anak mereka mulai Desember tahun lalu hingga Juli 2021.
Email tidak ditandatangani dan dikirim dari akun ProtonMail terenkripsi anonim, tetapi penyelidik federal mengatakan alamat ProtonMail ditautkan ke akun Instagram dan alamat email terpisah yang digunakan oleh Connally.
Otoritas federal tidak merinci di mana Connally tinggal, tetapi Baltimore Sun melaporkan dia ditangkap di West Virginia, dan dia didakwa di Maryland, yang menampung kantor Fauci dan Collins di markas besar NIH.
"Semoga Anda mendapatkan peluru di tengkorak setan Anda yang dikompromikan hari ini," tulis salah satu email Connally yang ditujukan kepada Fauci Desember lalu, menurut sebuah pernyataan tertulis.
Perbuatan tersangka diduga berkaitab dengan profesi Fauci sebagai ahli kesehatan selama pandemi Covid-19 menyapu Amerika.
Dukungan Fauci untuk vaksinasi dan pembatasan kesehatan masyarakat telah menimbulkan kritik pedas, bahkan Donald Trump pernah menyebutnya sebagai orang idiot ketika dia masih menjabat sebagai presiden AS.
BERITA TERKAIT: