8.000 Warga Terdampak Banjir Kota Liulin China, 21 Orang Tewas 4 Dinyatakan Hilang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 13 Agustus 2021, 16:39 WIB
8.000 Warga Terdampak Banjir Kota Liulin China, 21 Orang Tewas 4 Dinyatakan Hilang
Bbanjir di Kota Liulin, Provinsi Hubei di China Tengah pada Kamis 12 Agustus 2021/Net
rmol news logo Hujan lebat yang menyebabkan banjir di Kota Liulin, Provinsi Hubei di China Tengah pada Kamis (12/8) telah menelan korban jiwa sebanyak 21 orang dan empat lainnya masih dinyatakan hilang hingga Jumat (13/8) waktu setempat.

Kotapraja Liulin di wilayah Suixian telah dilanda hujan lebat sejak Rabu, dengan curah hujan maksimum di kotapraja tersebut mencapai 100 milimeter per jam pada Kamis, hujan terberat yang tercatat sejak pencatatan meteorologi dimulai.
Kota yang dikelilingi pegunungan ini mencatat genangan air sedalam 3,5 meter, bahkan di beberapa daerah genangannya mencapai hingga 5 meter.
Global Times melaporkan, diperkirakan ada 8.000 warga terkena dampak hujan tersebut termasuk 21 kematian dan 4 hilang berdasarkan laporan awal. Lebih dari 2.700 rumah dan toko terendam banjir atau rusak, termasuk 221 bangunan runtuh, dan 63 jembatan mengalami kerusakan struktural. Listrik dan komunikasi juga terganggu.

Menurut media Hubei, wilayah utara provinsi termasuk Suizhou, Xiangyang dan Xiaogan dilanda hujan deras sejak Rabu, dengan kota-kota Suizhou, Xiangyang dan Xiaogan mencatat curah hujan terberat. Banyak orang terjebak tanpa akses listrik atau sinyal telepon.

Menurut situs web Kementerian Manajemen Darurat, tim spesialis telah dikirim ke Hubei pada Kamis malam.

Musim panas ini, banyak kota di Tiongkok termasuk di Provinsi Henan, Tiongkok Tengah, dilanda hujan deras yang menyebabkan kerusakan ekonomi dan fisik yang signifikan. Korban tewas meroket menjadi 302 sejak hujan dan banjir melanda Henan pada pertengahan Juli, dan 50 di antaranya masih dinyatakan hilang. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA