Puluhan Penduduk Sipil Mali Tewas Dibantai Terduga Kelompok Jihadis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 10 Agustus 2021, 06:28 WIB
Puluhan Penduduk Sipil Mali Tewas Dibantai Terduga Kelompok Jihadis
Militer Mali/Net
rmol news logo Lebih dari 40 warga sipil di Mali utara jadi korban pembantaian yang dilakukan oleh pelaku yang diduga sebagai bagian dari kelompok jihadis pada Minggu (8/8) waktu setempat.

Keterangan tersebut disampaikan seorang perwira militer kepada AFP pada Senin (9/8).

“’Teroris’ pada hari Minggu menyerbu desa-desa Karou, Ouatagouna dan Daoutegeft dekat perbatasan Mali dengan Niger,” kata perwira itu, menggunakan istilah yang digunakan para pejabat untuk menyebut para jihadis.

Ia mengatakan bahwa pelaku membantai semua orang,” katanya meminta syarat anonim.

Juru bicara militer Mali Kolonel Souleymane Dembele mengkonfirmasi serangan itu tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Laporan dari prefektur setempat, yang dilihat oleh AFP, menunjukkan bahwa 51 orang telah tewas dalam serangan yang terkoordinasi. Selain itu, para peneror juga menjarah dan mencuri ternak penduduk.

Seorang pejabat lokal, yang juga meminta untuk tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan, mengatakan bahwa 20 warga sipil dibantai di Karou. Empat belas warga sipil tewas di Ouatagouna, dan warga sipil lainnya tewas di dusun Daoutegeft.

“Para penyerang menyerbu datang dengan sepeda motor, mengejutkan penduduk desa,” katanya.

Seorang pejabat di desa keempat mengatakan wilayahnya juga diserang.

Seorang perwira militer mengatakan satu unit tentara telah dikirim untuk memberikan bantuan. LSM di Mali mengatakan komunikasi dengan daerah terpencil itu buruk setelah para jihadis menyerang situs-situs telekomunikasi.

Mali, negara yang terkurung daratan dan miskin di jantung wilayah Sahel Afrika Barat, telah memerangi pemberontakan jihadis sejak 2012. Krisis di negara itu dimulai dengan kerusuhan di bagian utara yang menyebar ke pusat etnis Mali yang bergejolak dan kemudian ke negara tetangga mereka, Niger dan Burkina Faso.

Kelompok-kelompok bersenjata yang terkait dengan Al-Qaeda dan kelompok Negara Islam (ISIS) memimpin kampanye saat ini.

Ribuan warga sipil dan tentara tewas dan ratusan ribu orang telah meninggalkan rumah mereka.

Mali telah mengalami dua kali kudeta sejak Agustus tahun lalu, dan pada 20 Juli pemimpin militer Kolonel Assimi Goita selamat dari percobaan pembunuhan di sebuah masjid di Bamako. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA