Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan perlindungan untuk para jurnalis Afghanistan di tengah meningkatnya kekerasan di negara itu.
"Di bawah skema yang ada, kami dapat mempertimbangkan kasus individu untuk relokasi secara luar biasa, di mana ada bukti mereka berada di bawah ancaman karena sifat keterlibatan mereka dengan Inggris," ujar Raab, seperti dikutip
The Independent, Sabtu (7/8).
Raab mengatakan, lembaga media Afghanistan yang masih bertahanan, khususnya mereka yang masih hidup selama 20 tahun terakhir harus dilindungi.
"Wartawan (dan mereka yang mendukung mereka) dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan kami, tergantung pada keadaan individu yang berlaku," tambahnya.
Sehari sebelumnya, Jumat (6/8), Taliban dilaporkan telah membunuh Kepala Pusat Media dan Informasi Pemerintah, Dawa Khan Menapal.
Pada awal pekan, 23 platform media Inggris mengirim surat bersama yang ditujukan kepada Raab dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Mereka mendesak pihak berwenang melindungi perwakilan media Afghanistan.
Kekerasan oleh Taliban di Afghanistan melonjak secara signifikan sejak pasukan asing, termasuk Inggris dan Amerika Serikat (AS) menarik pasukannya.
BERITA TERKAIT: