Pengamat hubungan internasional Hikmahanto Juwana menegaskan, Indonesia masih menjadi kekuatan penting bagi Amerika, meski Harris hanya mengunjungi Singapura dan Vietnam dalam lawatannya pekan depan.
"Mungkin jadwal yang padat. Belum lagi di Indonesia, kita kan sedang mengatasi pandemi Covid-19," kata Hikmahanto kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (4/8).
Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) ini menuturkan, mungkin ada interpretasi bahwa AS menjauhi Indonesia setelah berubahnya kepemimpinan dari Republik ke Demokrat, yang lebih menyoroti catatan sejarah hak asasi manusia.
Namun jika dilihat dari situasi rivalitas dengan China, AS masih sangat membutuhkan Indonesia.
"AS tidak bisa membiarkan Indonesia jatuh ke tangan China karena posisi strategis Indonesia, baik di ASEAN maupun kancah internasional," tambahnya.
Selain itu, ia juga menilai, pemerintahan Presiden Joe Biden lebih mengedepankan hubungan konkret daripada sekadar sombolis kunjungan para pejabat tinggi.
"Buktinya, Armed Forces AS justru giat-giatnya latihan bersama dengan TNI, khususnya TNI AD," sambungnya.
Saat ini, pasukan AS dan Indonesia tengah melakukan latihan perang bersama Garuda Shield 2021 di Pusat Latihan Baturaja, Amborawang, dan Makalisung. Latihan yang dimulai dari 4 hingga 14 Agustus 2021 ini melibatkan 1.000 prajurit Angkatan Darat AS dan 850 prajurit TNI AD.
Sementara itu, sejak akhir pekan lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan lawatan ke Washington DC untuk melakukan Dialog Strategis Indonesa-AS pertama dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken.
BERITA TERKAIT: