Dalam sesi di Kabinet pada Selasa (6/7), Ghani menegaskan tidak ada kesepakatan rahasia atau penyerahan pemerintahan kepada Taliban yang sedang dipertimbangkan.
"Ketika AS mengumumkan rencana keluarnya, saya telah mengatakan bahwa Pakistan dan Taliban harus mengambil keputusan mereka. Mereka memilih untuk (melakukan) perang," ujar Ghani, seperti dikutip
Anadolu Agency.
"Sekarang, tanggung jawab dari semua kehancuran dan pertumpahan darah terletak di pundak dan pendukung mereka," sambungnya.
Kabul telah lama menuduh Pakistan mendukung gerilyawan Taliban, tuduhan yang ditolak oleh Islamabad.
“Kami hidup dengan bermartabat, sekarang saatnya untuk keberanian, tekad, dan kebanggaan,†tegas Ghani.
Sebelumnya, penasihat keamanan nasional Afghanistan, Hamdullah Mohib, mengklaim Kabul telah merebut kembali 14 distrik yang direbut Taliban.
Setelah AS memulai proses penarikan pasukannya, ia melanjutkan, Afghanistan cukup kawalahan sehingga banyak distrik yang jatuh ke tangan Taliban dalam beberapa pekan terakhir.
“Minggu depan, kami akan menerima tujuh helikopter militer lagi dari AS, yang akan semakin memperkuat angkatan udara kami,†ungkapnya.
Berdasarkan perintah Presiden Joe Biden, AS menarik pasukannya dari Afghanistan dengan tenggat waktu 11 September, yang dimulai pada Mei.
BERITA TERKAIT: