Hal itu diungkap oleh jurubicara Taliban, Zabihullah Mujahid. Ia mengatakan, dialog perdamaian dengan pemerintah akan dipercepat dalam beberapa ari ke depan sehingga kedua belah pihak bisa maju ke tahap selanjutnya.
"Mungkin akan memakan waktu satu bulan untuk mencapai tahap itu ketika kedua belah pihak akan berbagi rencana perdamaian tertulis mereka," ujarnya pada Senin (5/7), seperti dikutip
Reuters.
"Meskipun kami (Taliban) berada di atas angin di medan perang, kami sangat serius tentang pembicaraan dan dialog," tambah dia.
Di tengah proses penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya dari Afghanistan, Taliban telah mengencangkan ikat pinggang dengan mengambil alih banyak distrik.
Lebih dari 100 distrik di 34 provinsi dilaporkan sudah direbut Taliban, meski kelompok itu mengakui sudah menguasai lebih dari 200 atau setengah dari wilayah Afghanistan.
Agresivitas Taliban meningkat ketika AS menyerahkan Pangkalan Udara Bagram yang selama ini menjadi basis pasukannya kepada pihak Afghanistan.
Sesuai dengan arahan Presiden Joe Biden, AS memiliki tenggat waktu 11 September untuk menarik pasukannya keluar dari Afghanistan.
Meski upaya untuk merebut kembali kekuasaan meningkat, Taliban telah memperbarui dialog perdamian dengan pemerintah Afghanistan di Doha, Qatar pada pekan lalu.
BERITA TERKAIT: