Latihan perang rahasia itu dimulai pada akhir pemerintahan Donald Trump, dan juga dikabarkan terdiri dari respons terhadap kemungkinan konflik antara China dan Taiwan.
Mengutip sumber anonim,
The Financial Times melaporkan, latihan rahasia itu difokuskan pada daerah di sekitar Kepulauan Senkaku yang menjadi sumber ketegangan antara Jepang dan China.
Jepang menganggap Senkaku sebagai bagian dari wilayahnya. Klaim yang juga disuarakan China terhadap kepulauan yang diberi nama Kepulauan Siaoyu itu,
Menurut seorang pejabat, ada kebutuhan mendesak untuk kerja sama trilateral antara AS, Jepang, dan Taiwan dalam berbagi informasi mengenai pergerakan angkatan laut dan udara China.
Peneliti di Universitas Cambridge, Dr. Victor Teo menilai AS memiliki tiga tujuan dalam latihan perang rahasia terebut.
Pertama, Washington berusaha menunjukkan tekad Amerika Serikat dalam melindungi kepentingannya di Asia Timur, dan keunggulan aliansi AS-Jepang sebagai instrumen utama dalam melakukannya.
Kedua, mengirim pesan kepada rakyat Taiwan dan Jepang untuk melakukan konfrontasi dengan China. Dan ketiga, AS ingin menunjukkan kepada China bahwa Washington tidak akan bergeming dalam menghadapi konflik dan ancaman kekerasan.
"Sementara latihan itu mungkin merupakan kegiatan yang normal selama masa damai, latihan itu akan ditafsirkan secara berbeda sekarang karena hubungan AS-China berada pada titik terendah. Selama masa-masa sulit ini, latihan ini sangat provokatif dari sudut pandang Beijing," ujar Teo.
Teo mengatakan, latihan seperti itu hanya akan memperkuat tekad di antara semua pihak untuk meningkatkan risiko konfrontasi besar dalam waktu dekat.
BERITA TERKAIT: