Perselisihan AS Dan Rusia Tak Goyahkan Persahabatan Donald Trump Dan Vladimir Putin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 28 Juni 2021, 09:41 WIB
Perselisihan AS Dan Rusia Tak Goyahkan Persahabatan Donald Trump Dan Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin dan mantan Presiden AS Donald Trump/Net
rmol news logo Kedekatan hubungan antara Donald Trump dan Vladimir Putin sudah banyak menjadi perhatian publik. Walau ketegangan kedua negara terjadi, hubungan dua tokoh ini masih hangat.

Salah satu bukti kedekatan Trump dengan presiden Rusia itu ia tunjukan dengan salam hangat yang diberikan kepada Putin menjelang KTT AS-Rusia di Jenewa pada 16 Juni lalu.

Baru-baru ini, mantan presiden AS itu juga mengklaim ia memiliki hubungan baik dengan Putin meskipun Washington dan Moskow berselisih atas proyek pipa gas Nord Stream 2.

Proyek Nord Stream 2 yang hampir rampung itu bertujuan untuk membentangkan pipa kembar sepanjang 745 mil yang dapat mengangkut gas dari Rusia langsung ke Jerman, melalui Laut Baltik, melewati perairan teritorial Denmark, Finlandia, dan Swedia.

Proyek itu menjadi sumbu panas bagi hubungan kedua negara karena Rusia dianggap berupaya meningkatkan pengaruhnya di Eropa dan mengancam keamanan nasional AS.

Di era pemerintahan Trump, AS telah memberlakukan sanksi bagi Rusia atas proyek tersebut. Namun langkah serupa tidak diambil oleh Joe Biden.

"Saya memberi sanksi kepada mereka di semua tempat dan saya memiliki hubungan yang baik dengan Putin. Itu hal yang baik, itu bukan hal yang buruk," ujar Trump ketika melakukan kampanye pertamanya di Lorain County Fairgrounds, Wellington, Ohio pada Sabtu (26/6).

Moskow sendiri memandang sanksi AS terhadap proyek Nord Stream 2 sebagai contoh persaingan tidak sehat yang dimaksudkan untuk meningkatkan ekspor gas AS.

"Sebagai presiden, saya mengadakan pertemuan yang hebat dan sangat produktif di Helsinki, Finlandia, dengan Presiden Putin dari Rusia. Terlepas dari penggambaran berita palsu tentang pertemuan itu, AS memenangkan banyak hal, termasuk rasa hormat dari Presiden Putin dan Rusia," ucap Trump, mengacu pada pertemuan mereka pada Juli 2018.

Komentar itu muncul setelah Trump menyatakan keterkejutannya selama pidato kampanye di Bemidji, Minnesota pada September 2020 tentang mengapa ada orang yang mengkritiknya karena memiliki hubungan baik dengan presiden Rusia.

"Tidak apa-apa untuk memiliki hubungan. Anda tidak harus pergi berperang. Kami tidak harus kehilangan tentara hebat kami. Kami tidak harus melakukannya. Itu bagus. Jika saya bergaul dengan Putin, seseorang berkata 'Dia rukun dengan Putin!' Dan saya berkata pada diri sendiri 'Tapi bukankah itu hal yang baik?' Apakah itu buruk?" pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA