Begitu kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergy Lavrov jelang akhir pekan ini (Jumat, 21/5).
"Kami siap berteman dengan Barat," ujar Lavrov pada momen konferensi Pengetahuan Baru di mana dia juga bertemu dengan timpalannya dari negeri Paman Sam.
Meski begitu, dia menggarisbbawahi, hal tersebut akan dilakukan hanya jika Rusia diperlakukan dengan bermartabat.
"... hanya jika itu datang dengan rasa martabat kita sendiri, yang telah diturunkan kepada kita dari nenek moyang kita selama berabad-abad, ribuan tahun, keberadaan negara kita," sambungnya.
Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa Rusia dapat mempertahankan rasa kebanggan diri bangsa sambil tetap menjalin hubungan yang cukup baik dengan Amerika Serikat maupun negara-negara Uni Eropa.
“Kami selalu berpegang pada kebanggaan nasional. Ini karakteristik yang sangat penting dan tidak semua bangsa memilikinya,†ujarnya.
“Dalam patriotisme kami, kami memiliki pertahanan keadilan dan kemauan untuk membantu yang lemah. Ini adalah kualitas manusia yang terbesar, dan jika kita mengaguminya dalam kehidupan sehari-hari, itu harus terwujud dalam sikap internasional kita juga," tegas Lavrov, seperti diberitakan
Russia Today.
Sebelumnya pada awal pekan ini, Lavrov juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken untuk pembicaraan penting di Islandia.
Para pejabat di Washington memuji pertemuan pertama diplomat top kedua negara tersebut. Bahkan perwakilan Gedung Putih menyebut bahwa pertemuan itu konstruktif.
BERITA TERKAIT: