Begitu kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg usai bertemu dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Paris pada Jumat (21/5).
Dia menegaskan bahwa pihaknya siap membantu menjaga pintu masuk utama ke Afghanistan tersebut.
“Saat kami mengakhiri kehadiran militer kami, kami membuka babak baru. Dukungan masa depan NATO akan memiliki tiga pilar utama," kata Stoltenberg.
"Pertama, kami berencana untuk memberikan saran dan dukungan kapasitas kepada lembaga keamanan Afghanistan, serta dukungan keuangan yang berkelanjutan kepada pasukan keamanan Afghanistan," katanya.
Dia juga menjelaskan bahwa pilar selanjutnya adalah, aliansi tersebut berencana untuk memberikan pendidikan dan pelatihan militer di luar Afghanistan, dengan fokus pada Pasukan Operasi Khusus.
"Dan ketiga, kami berencana mendanai penyediaan layanan, termasuk dukungan untuk berfungsinya bandara Kabul," paparnya, seperti dikabarkan
Press TV.
Stoltenberg mengklaim, langkah-langkah itu akan memungkinkan sekutu NATO dan komunitas internasional yang lebih luas untuk terus membantu rakyat Afghanistan dan berkontribusi pada upaya perdamaian.
Persiapan untuk membantu menjaga bandara di Kabul telah dimulai sejak beberapa waktu belakangan ini. Salah satunya terlihat dari pernyataan yang dilontarkan oleh Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat Mark Milley yang juga merupakan ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat awal pekan ini.
Dia mengatakan bahwa negeri Paman Sam dan NATO sedang menjajaki kemungkinan upaya internasional untuk membantu mengamankan bandara di ibu kota Afghanistan.
BERITA TERKAIT: