Kerumitan itu yang menyebabkan kekhawatiran terhadap apa yang akan dilakukan oleh China. Terlebih saat ini negeri tirai bambu itu memiliki kekuatan militer, ekonomi, maupun diplomatik.
Begitu yang sampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken saat melakukan wawancara dengan
CBS pada Minggu (2/5).
"Lihat, kami tidak memiliki kemewahan untuk tidak berurusan dengan China. Ada kerumitan nyata dalam hubungan tersebut, apakah itu bagian yang bermusuhan, apakah itu bagian yang kompetitif, apakah itu bagian yang kooperatif," ujar Blinken.
Menurut Blinken, para pemimpin China sedang berusaha untuk menjadikan China negara yang dominan di dunia. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, China telah bertindak lebih represif di dalam negeri dan lebih agresif di luar negeri.
Ketika ditanya tentang kemungkinan konfrontasi militer dengan China, Blinken menekankan bahwa itu bukan untuk kepentingan Washington atau Beijing.
"Saya pikir itu sangat bertentangan dengan kepentingan, baik China dan Amerika Serikat, untuk sampai ke titik itu (konfrontasi militer), atau bahkan menuju ke arah itu," jawabnya.
Tetapi Blinken mengatakan, Washington memiliki kekhawatiran atas apa yang dilakukan China, termasuk atas situasi di Xinjiang hingga kebijakan ekonomi Beijing.
Presiden Joe Biden sendiri memiliki awal yang sulit dalam hubungannya dengan China.
Meski telah membatalkan sebagian besar perintah eksekutif Donald Trump, namun Biden masih mempertahankan tindakan keras terhadap China.
BERITA TERKAIT: