Daftar 'negara yang tidak bersahabat' ini sesuai dengan keputusan Presiden Vladimir Putin yang ditandatangani pada 23 April lalu dan akan segera dirilis
"Daftar hitam tersebut tidak akan mengejutkan, karena semua negara yang termasuk dalam daftar tersebut telah melakukan kebijakan anti-Rusia untuk sementara waktu," isi pernyataan Parlemen Rusia, seperti dikutip dari
Tass, Rabu (28/4).
Amerika Serikat, Inggris Raya, Polandia, Kanada, dan -tentu saja- Republik Ceko, juga beberapa negara-negara Baltik, masuk dalam daftar tersebut. Rilis itu juga berarti negara yang masuk dalam daftar 'tidak bersahabat' tidak akan dapat mempekerjakan staf Rusia.
Dalam menyusun daftar negara-negara tersebut, Komite Dewan Federasi Rusia untuk Kebijakan Sosial mempertimbangkan dari berbagai aspek, termasuk sejarah hubungan bilateral dan kemampuan untuk bereaksi secara tepat. Jadi bukan tanpa dasar.
"Moderasi, niat baik, dan pencarian kompromi serta jawaban atas masalah sulit akan dipertimbangkan oleh Rusia, tentu saja. Tidak akan ada langkah yang tidak berdasar. Saya pikir Republik Ceko dan negara lain yang mengusir diplomat kita tanpa alasan apa pun, hanya untuk mendukung tetangga mereka, akan dimasukkan dalam daftar," ujar Wakil Kepala Pertama Komite Dewan Federasi Rusia untuk Kebijakan Sosial Valery Ryazansky mengatakan kepada Izvestia.
Sementara hanya sepuluh negara saja, dan kemungkinan tidak ada penambahan dalam daftar tersebut. Namun, AS, Negara-negara Baltik, dan Republik Ceko pasti akan masuk dalam daftar tersebut, kata anggota parlemen Rusia Oleg Shein memperkirakan.
“Mayoritas negara Eropa Barat, yaitu Jerman dan Prancis, berbeda pendapat dengan Rusia dalam hal-hal tertentu, namun mereka dianggap sebagai mitra bersyarat yang bergantung pada Washington dalam bidang politik, ekonomi, dan militer. Namun, mereka independen sampai batas tertentu, jadi bagi kami mereka adalah pihak yang bernegosiasi."
BERITA TERKAIT: