Sekretaris tetap untuk layanan kesehatan dan medis, James Fong pada Selasa (27/4) mengaku khawatir jika gelombang tsunami Covid-19 yang dialami oleh sejumlah negara akan dialaminya.
"Kita tidak bisa membiarkan mimpi buruk itu terjadi di Fiji," ujar Fong dalam pidato yang disiarkan di televisi, seperti dikutip
AFP.
"Kami masih punya waktu untuk menghentikannya, tetapi satu langkah salah akan menyebabkan tsunami Covid yang sama dengan yang dialami teman-teman kami di India, Brasil, Afrika Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat," tambahnya.
Pada Selasa, Fiji melaporkan enam kasus baru Covid-19 yang muncul di fasilitas karantina di Nadi.
Fong mengatakan ada bukti bahwa tentara yang kembali dari penempatan di luar negeri telah melanggar aturan karantina dengan bercampur satu sama lain ketika mereka seharusnya diisolasi.
Sejauh ini, Fiji memiliki 42 kasus aktif, 18 di antaranya terdeteksi di perbatasan dan 24 lainnya di komunitas lokal.
Totalnya, Fiji sudah mencatat 109 kasus Covid-19, dengan hanya dua kematian.
Sebagai tanggapan untuk menghentikan penyebaraan virus, ibukota Suva, Nadi, Lautoka dilockdown.
BERITA TERKAIT: