Menurut laporan tersebut, serangan terbaru itu terdiri dari delapan jet tempur, empat di antaranya adalah jenis J-16 dan empat lainnya merupakan jenis J-10.
Selain itu, diketahui juga ada dua jenis pesawat lainnya, yakni sebuah pesawat peringatan dini dan pesawat anti-kapal selam.
Pesawat anti-kapal selam milik China itu bahkan diketahui terbang melalui wilayah Bashi Channel yang strategis. Ini adalah saluran yang menghubungkan Pasifik dengan Laut China Selatan.
Menanggapi hal tersebut, Angkatan Udara Taiwan bergegas mengirim patroli udara tempur dan memperingatkan pesawat China itu untuk pergi.
Sejauh ini belum ada keterangan dari Kementerian Pertahanan China atas insiden terbaru itu. Namun, mengutip kabar yang dimuat
Channel News Asia, penerbangan tersebut bertepatan dengan aktivitas militer China lainnya ke utara Taiwan.
Untuk diketahui, China mengklaim Taiwan sebagai wilayah China yang membandel. Dalam beberapa bulan belakangan, Taiwan kerap melaporkan soal misi berulang yang dilakukan oleh Angkatan Udara China di dekat pulau itu, yang terkonsentrasi di bagian barat daya dari zona pertahanan udaranya, dekat Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan.
Akhir bulan lalu, Taiwan melaporkan bahwa 20 pesawat China terlibat dalam satu serangan semacam itu.
BERITA TERKAIT: