Boneka kuda berwarna merah ini awalnya dirancang untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2026 yang merupakan Tahun Kuda, namun kesalahan kecil di pabrik justru mengubahnya menjadi fenomena nasional.
Kesalahan tersebut terjadi ketika seorang pekerja tanpa sengaja menjahit mulut boneka secara terbalik. Akibatnya, ekspresi kuda yang seharusnya tersenyum berubah menjadi tampak murung dan seperti sedang “menangis”. Alih-alih ditarik dari pasaran, boneka ini justru mencuri perhatian publik setelah fotonya menyebar luas di media sosial.
Warganet kemudian menjulukinya sebagai “kuda menangis”. Banyak pembeli, terutama kalangan muda, merasa ekspresi sedih boneka itu sangat menggambarkan kondisi emosional mereka, khususnya tekanan hidup dan stres kerja sehari-hari. Boneka tersebut pun berubah dari kesalahan produksi menjadi simbol perasaan generasi pekerja modern.
Permintaan melonjak tajam, terutama di Yiwu, pusat perdagangan grosir terbesar di China. Toko-toko dilaporkan kewalahan memenuhi permintaan karena boneka tersebut terus terjual habis dan harus diisi ulang. Wajahnya yang muram, dengan mata seolah menghindari tatapan, justru dianggap menggemaskan dan “jujur”.
Zhang Huoqing, pemilik toko Happy Sister di Yiwu, mengakui bahwa boneka itu memang tidak dimaksudkan untuk terlihat sedih.
“Seorang pekerja secara tidak sengaja menjahit mulutnya terbalik,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Selasa 27 Januari 2026.
Ia bahkan sempat menawarkan pengembalian dana kepada pembeli pertama sebelum boneka tersebut viral. Namun setelah gambar boneka menyebar luas, kesalahan itu berubah menjadi peluang bisnis.
Zhang mengatakan banyak orang bercanda bahwa versi kuda sedih menggambarkan “penampilan saat bekerja”, sementara versi tersenyum adalah “penampilan setelah pulang kerja”. Candaan ini makin memperkuat daya tarik boneka tersebut di kalangan pekerja muda.
Alih-alih menghentikan penjualan, Zhang memutuskan untuk terus memproduksi dan menjualnya. “Kami akan terus menjualnya. Kuda yang menangis ini benar-benar sesuai dengan realitas pekerja modern," ujarnya.
BERITA TERKAIT: