Turki Menyambut Baik Perpanjangan Perjanjian New START AS-Rusia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 04 Februari 2021, 14:36 WIB
Turki Menyambut Baik Perpanjangan Perjanjian New START AS-Rusia
Ilustrasi/Net
rmol news logo Perpanjangan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) antara AS dan Rusia hingga 5 tahun ke depan, mendapat sambutan yang positif dari pemerintah Turki.

Dukungan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan pada Rabu (3/2) waktu setempat.

"Kami menyambut dan mendukung keputusan Amerika Serikat dan Federasi Rusia untuk memperpanjang Perjanjian START Baru selama lima tahun," kata juru bicara Kemenlu Turiki, Hami Aksoy dalam pernyataan tertulis, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (4/2).

“Kami berharap langkah penting ini akan berkontribusi pada upaya memperkuat rezim kontrol senjata dan untuk mengatasi tantangan keamanan global,” tambahnya.

Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis pertama, START I, ditandatangani pada tahun 1991 antara AS dan Uni Soviet, dan mulai berlaku pada tahun 1994.

Pada 2010, mantan Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, menandatangani perjanjian penerus, yang disebut New START, yang menetapkan batas tidak lebih dari 1.550 hulu ledak yang dikerahkan dan 700 rudal, termasuk inspeksi untuk memverifikasi kepatuhan dengan kesepakatan tersebut.  rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA