Haines mengatakan prioritasnya ketika menjabat nanti adalah memulihkan kepercayaan publik terhadap komunitas intelijen AS yang kerap diremehkan selama kepemimpinan Donald Trump.
Selain itu, mantan wakil direktur CIA itu juga menyebut, akan fokus mengerahkan sumber daya ke China.
"Pendekatan kami ke China harus berkembang dan pada dasarnya memenuhi kenyataan China yang sangat tegas dan agresif yang kita lihat saat ini," ujar Haines pada Selasa (19/1), seperti dikutip
Reuters.
“Saya mendukung sikap agresif, dalam arti, untuk menghadapi tantangan yang kita hadapi," sambungnya.
Lebih lanjut, Haines juga menggarisbawahi kegagalan lembaga AS yang mencegah serangan siber dan belum memiliki solusi untuk menangani persoalan tersebut.
Ia menyebut, Presiden terpilih Joe Biden sudah memiliki rencana untuk menghadapi dalang serangan SolarWinds yang sejauh ini mengindikasikan dilakukan oleh Rusia.
"DNI tidak boleh menghindar dari mengatakan kebenaran kepada penguasa - bahkan, terutama, ketika melakukannya mungkin tidak nyaman atau sulit. DNI harus bersikeras bahwa, dalam hal intelijen, tidak ada tempat untuk politik," jelasnya.
Senator Mark Warner, ketua panel intelijen yang akan datang, memuji Haines. Dia mengatakan komite akan menjadwalkan pemungutan suara untuk pengangkatannya sesegera mungkin, dan mendesak Senat penuh untuk mengonfirmasi tanpa penundaan.
BERITA TERKAIT: