Taipan China Pengembang Game Online Yoozoo Tewas Diracun

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 28 Desember 2020, 10:36 WIB
Taipan China Pengembang Game Online Yoozoo Tewas Diracun
CEO Yoozoo, Lin Qi/Net
rmol news logo Seorang taipan pengembang game online asal China, Lin Qi, tewas pada Hari Natal setelah diracun.

Pria 39 tahun itu adalah ketua sekaligus kepala eksekutif Yoozoo, perusahaan pengembang game online, yang terkenal dengan game strategi 'Game of Thrones: Winter Is Coming'.

Hurun China Rich List menyebut Lin diyakini memiliki kekayaan bersih sekitar 6,8 miliar yuan.

Polisi Shanghai, seperti dikutip BBC pada Senin (28/12) menyebut, Lin kemungkinan besar dibunuh oleh salah satu rekannya yang memiliki nama belakang 'Xu'.

Tragisnya kematian Lin membuat banyak karyawan dan sejumlah orang berkumpul di luar kantor Yoozoo untuk berduka.

Di Weibo, perusahaan juga memberikan pernyataan terkait kematian Lin yang telah dilihat lebih dari 290 juta kali.

"Selamat tinggal anak muda. Kami akan bersama, terus bersikap baik, terus percaya pada kebaikan, dan melanjutkan perjuangan melawan semua yang buruk," demikian pernyataan tersebut.

Terlepas dari game Game of Thrones-nya, Yoozoo juga merupakan co-publisher dari game sukses besar Supercell, Brawl Stars, bersama dengan Tencent Holdings China.

Perusahaan ini juga dikenal karena hubungannya dengan novel fiksi ilmiah China Three-Body Problem karena memegang hak atas adaptasi filmnya.

Buku ini adalah yang pertama dari trilogi Remembrance of Earth's Past oleh penulis Liu Cixin dan telah menerima pujian kritis, termasuk mantan Presiden AS Barack Obama dan CEO Facebook Mark Zuckerberg. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA