Situs tersebut adalah toko yang menyajikan jajalan jalan atau
street food kuno orang-orang Romawi atau yang dikenal sebagai termopolium.
Toko itu ditemukan di situs taman arkeologi Regio V yang belum dibuka untuk umum, tetapi sudah diresmikan pada Sabtu (26/12), seperti dimuat
Reuters.
Selain toko, para arkeolog juga menemukan jejak makanan yang berusia hampir 2.000 tahun. Itu adalah beberapa toples terra cotta di dalam lubang melingkar di meja penjaga toko.
"Ini adalah penemuan yang luar biasa. Ini pertama kalinya kami menggali seluruh termopolium," kata direktur taman arkelogi Pompeii, Massimo Ossana.
Bagian depan konter tampak dihiasi lukisan dinding berwarna cerah, beberapa menggambarkan hewan yang menjadi bagian dari bahan makanan yang dijual, seperti ayam dan dua ekor bebek yang digantung terbalik.
"Analisis awal kami menunjukkan bahwa gambar yang digambar di bagian depan konter, mewakili, setidaknya sebagian, makanan dan minuman yang dijual di sana," kata Valeria Amoretti, antropolog situs.
Ia juga mengatakan, jejak daging babi, ikan, siput, dan daging telah ditemukan di dalam wadah.
Arkeolog juga menemukan mangkuk minum perunggu berhias yang dikenal sebagai patera, serta toples keramik yang digunakan untuk memasak semur dan sup, termos anggur, dan amphora.
Pompeii diyakini sebagai rumah 13 ribu orang Romawi yang terkubur akibat letusan gunung yang setara dengan bom atom.
Sekitar dua pertiga dari kota kuno seluas 66 hektar telah ditemukan.
BERITA TERKAIT: