Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan, gempa tersebut melanda provinsi Batangas di pulau Luzon dengan kedalaman 114 km.
Sebelumnya, USGS menyebut gempa memiliki kekuatan magnitudo 6,2 dengan kedalaman 108 km.
Dimuat
AFP, gempa membuat gedung-gedung bergundang dan Misa Hari Natal terganggu di Manila. Tapi sejauh ini belum ada laporan kerusakan yang terjadi.
Sementara itu, di kota pesisir Calatagan, sekitar 90 km selatan dari Manila dan dekat pusat gempa, orang-orang yang menghadiri misa tetap tenang saat gempa terjadi.
"Ada jeda dalam kebaktian gereja, tetapi orang-orang tidak panik," kata kepala polisi Mayor Carlo Caceres.
"Daerah ini rawan gempa dan orang-orang sedikit banyak terbiasa dengan mereka," tambahnya.
Seperti halnya di Manila, Calatagan belum melaporkan adanya kerusakan.
"Perabotan dan peralatan kantor bergoyang, tetapi tidak ada yang rusak," kata polisi Allan Megano di kota dekat Balayan.
Filipina sendiri memiliki lokasi di Cincin Api Pasifik atau busur aktivitas seismik yang intens. Itu membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik. Akibatnya negara-negara di daerah tersebut kerap mengalami gempa.
BERITA TERKAIT: