"Islamofobia, yang sudah mengkhawatirkan, semakin cepat. Orang-orang dari etnis dan agama minoritas tertentu, imigran dan orang asing telah dikaitkan dengan pandemi," kata Sentop pada rapat ketua parlemen ke-6 MIKTA, seperti dikutip dari
Anadolu Agency, Jumat (18/12).
"Terlebih lagi, retorika rasis, terutama terhadap kelompok Muslim dan minoritas, meningkat secara signifikan pada periode ini," lanjutnya.
MIKTA merupakan kemitraan informal yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia yang didirikan pada 2013.
Selain Islamophobia, dia juga mengingatkan bahwa selama periode pandemi, diskriminasi terhadap orang Asia juga terus meningkat.
"Masyarakat internasional harus menyadari beratnya masalah ini secepat mungkin dan menyatukan upaya mereka dalam kerangka kemauan bersama untuk mengatasi masalah yang mengkhawatirkan ini," ungkapnya.
"Kita harus lebih berhati-hati dengan yang sensitif dan rentan agar mereka tidak menghadapi viktimisasi baru," demikian penuturan Sentop.
BERITA TERKAIT: