Gerbang Resimen Infanteri ke-11 yang menjadi bagian dari Pengawal Raja diserbu oleh ribuan demonstran yang membawa bebek karet sebagai simbol protes pada Minggu (30/11).
Di hadapan mereka terdapat barisan polisi anti huru hara memblokir para demonstran.
Dalam sebuah pernyataan, para demonstran menuding Raja Maha Vajiralongkorn telah memperluas hak prerogatif kerajaan dengan segala cara, termasuk melalui militer.
Mereka juga menyebut Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha sebagai "boneka kerajaan".
Pernyataan tersebut disalin dan dilipat menjadi pesawat kertas. Mereka pun menerbangkan pesawat itu ke arah polisi anti huru hara.
Meski diadang, para demonstran berhasil menyingkirkan barikade bus dan kawat berduri.
"Tentara harus menjadi milik rakyat, bukan raja!" seru para demonstran sembari merangsek masuk barak.
Aksi protes di Thailand sudah dilakukan sejak Juli dengan awalnya menuntut pengunduran diri Prayut. Tetapi setelah itu demonstran memperluas tuntutan mereka dengan amandemen konstitusi dan reformasi monarki.
Demonstran menuding kerajaan telah mendominasi militer selama berdekade-dekade.