Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit pada Kamis (19/11) mengatakan, tindakan tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap legitimasi internasional.
"(Tindakan itu) mendorong pemerintah sayap kanan Israel untuk melanjutkan pembangunan pemukiman ilegalnya, yang dianggap sebagai hambatan terbesar bagi perdamaian berdasarkan solusi dua negara," sambung Gheit, seperti dikutip
Sputnik.
Gheit menegaskan, kunjungan Pompeo tidak akan mengubah status tanah Palestina yang telah diakui secara internasional.
Senada dengan Gheit, jurubicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Abu Rudeineh mengatakan, kunjungan Pompeo merupakan bentuk pembangkangan terhadap semua resolusi internasional yang telah disepakati.
Ia pun menyoroti upaya AS yang akan mengakui semua barang yang berasal dari pemukiman Yahudi di Tepi Barat sebagai barang Israel, di mana upaya tersebut dilakukan untuk menghentikan boikot terhadap produk dari sana.
"Langkah pemerintah AS untuk memberi label produk yang diimpor dari pemukiman kolonial Israel tidak akan melegitimasi pemukiman tersebut, yang akan hilang cepat atau lambat," kata Rudeineh.
Pompeo sendiri melakukan kunjungan ke Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari tur-nya ke Eropa dan Timur Tengah.
BERITA TERKAIT: