Sebelum menghembuskan nafas terakhir di usia 55 tahun, Andahl adalah seorang kandidat anggota DPR negara bagian North Dakota.
Di hari pemilihan Selasa kemarin (3/11), Andahl memperoleh suara terbanyak kedua sebesar 35,5 persen dan berhak menduduki kursi DPR North Dakota.
Suara terbanyak pertama diperoleh rekannya sesama kandidat Partai Republik, Dave Nehring, yang diperkirakan akan memperoleh suara sebesar 40,7 persen.
Soal kematian Andahl dan apa yang akan terjadi bila dirinya memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan umum telah dibahas tak lama setelah ia menutup mata untuk selamanya.
Jaksa Agung North Dakota telah mengeluarkan penilaian, apabila Andahl memperoleh suara yang cukup untu duduk sebagai anggota DPR, maka Partai Republik di North Dakota dapat menunjuk seorang pengganti.
Ini perlakuan yang diberikan kepada anggota DPR atau Senator yang berhalangan tetap, termasuk meninggal dunia atau mengundurkan diri, di periode keanggotaan di DPR maupun Senat.
Kabar kematian Andahl diumumkan pihak keluarga di halaman Facebook khusus yang dibuat untuk mendukung kampanye dirinya sebagai anggota DPR North Dakota.
“Anak kami tercinta, David, meninggal dunia kemarin setelah berjuang melawan Covid-19,†tulis keluarga dalam keterangan tanggal 6 Oktober.
“Kami sangat berduka cita dan berharap dia dikenang bukan tentang bagaimana dia meninggal dunia, tetapi bagaimana dia menjalani kehidupan,†tulis keluarga lagi.
Andahl disebutkan meninggal dunia di saat North Dakota menghadapi serangan pandemi Covid-19.
BERITA TERKAIT: