Delapan Politisi Pro-Demokrasi Hong Kong Ditangkap, AS Kecam China

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Selasa, 03 November 2020, 11:56 WIB
Delapan Politisi Pro-Demokrasi Hong Kong Ditangkap, AS Kecam China
Bentrokan yang terjadi di Dewan Legislatif pada 8 Mei 2020/Net
rmol news logo Delapan politisi pro-demokrasi Hong Kong ditangkap, termasuk lima di antaranya adalah anggota parlemen aktif yang masih menjabat.

Mereka ditangkap pada Minggu (1/11) dan Senin (2/11) atas insiden bentrokan di Dewan Legislatif pada 8 Mei 2020. Mereka dituding menggunakan taktik prosedural untuk memblokir pengesahan RUU untuk menghukum penghina lagu kebangsaan China.

Salah satu di antaranya adalah Eddie Chu Hoi yang menduduki kursi kapala legislator ketika sidang pembahasan RUU tersebut sebagai aksi protes.

Menanggapi penangkapan tersebut, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengecam Beijing yang dianggap berupaya membungkap berbedaan pendapat.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (2/11), Pompeo mengutuk keras menangkapan tersebut, seperti dikutip SCMP.

"Pelecehan dan intimidasi pemerintah Hong Kong terhadap perwakilan pro-demokrasi dan upaya untuk membungkam perbedaan pendapat adalah contoh nyata dari keterlibatan berkelanjutannya dengan Partai Komunis China yang otoriter, yang berusaha untuk membongkar otonomi yang dijanjikan kepada Hong Kong dan menghilangkan penghormatan terhadap hak asasi manusia," kata Pompeo.

"Kami menyerukan kepada Beijing dan pemerintah Hong Kong untuk menghormati hak rakyat Hong Kong untuk menyampaikan keluhan mereka melalui perwakilan terpilih mereka," sambungnya.

AS telah berulang kali mengkritik China karena tindakan kerasnya di Hong Kong, termasuk pemberlakuan UU keamanan nasional baru. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA