Di sela-sela agenda demokrasi AS, nama Indonesia disebut-sebut hingga Menteri Luar Negeri Mike Pompeo melakukan kunjungan hanya beberapa hari menjelang pemilihan.
Namun, siapa sebenarnya yang lebih menguntungkan Indonesia? Apakah petahana dari Partai Republik, Donald Trump atau lawannya dari Partai Demokrat, Joe Biden?Pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah mengatakan pilihan tersebut tergantung pada perspektif Indonesia.
"Kalau kita tidak percaya diri, merasa tidak aman, maka bagi sebagian orang, Trump itu menarik," ujarnya dalam dalam
RMOL World View betajuk "Indonesia Kembali ke Pelukan Teman Lama?" pada Senin (2/11).
Sebaliknya, menurut Teuku, begi mereka yang peduli pada isu hak asasi manusia (HAM) dan keberlanjutan ekonomi, maka akan merasa lebih diuntungkan oleh Biden.
"Mereka yang
concern kepada
security approach, pasti memilih Trump. Tapi mereka yang
concern kepada
economic approach dan berharap ada standarisasi ekonomi yang lebih baik, standar-standar yang kontrak yang lebih baik, mungkin akan memilih Joe Biden," terangnya.
Meski begitu, Teuku menggarisbawahi, prinsip-prinsip
good governance di Indonesia harus diterapkan agar Indonesia tidak banyak bergantung atau terpengaruhi oleh negara lain.
BERITA TERKAIT: