Berbicara setelah doa Angelus di Lapangan Santo Petrus pada Minggu (1/11), Paus mendesak Hari Raya Semua Orang Kudus dimanfaatkan untuk peduli pada konflik bersenjata di Nagorno-Karabakh.
"Janganlah kita melupakan apa yang terjadi Nagorno-Karabakh, di mana bentrokan bersenjata diinterupsi sesekali oleh gencatan senjata yang rapuh," ujarnya seperti dimuat
Armen Press.
Menyoroti banyaknya jumlah korban warga sipil, kehancuran rumah dan tempat ibadah, Paus mendesak agar pihak yang bertikai tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan.
"Saya ingin memperbarui seruan saya kepada pihak-pihak yang bertikai agar mereka dapat, secepat mungkin, campur tangan untuk menghentikan pertumpahan darah," tekan Paus.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan dia dekat dengan semua orang yang menderita, dan dia mengundang mereka untuk berdoa demi perdamaian yang stabil di wilayah tersebut.
Sebelumnya, selama Angelus pada 28 September, Paus juga telah menyatakan keprihatinannya atas konflik bersenjata di Nagorno-Karabakh.
BERITA TERKAIT: