Dilaporkan
IRNA, Komandan Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Ali Hajilou mengumumkan, beberapa unit Brimob Penyerang 321 akan dikerahkan ke perbatasan barat laut Iran.
Sementara itu, Panglima Militer Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi dalam laporan TV pemerintah pada Selasa (27/10) mengungkap pihaknya telah meningkatkan pertahanan udara di perbatasannya dengan Armenia dan Azerbaijan itu.
"Kedamaian rakyat sangat penting bagi kami," kata Mousavi.
"Menghormati integritas teritorial negara-negara dan melindungi perbatasan resmi internasional adalah di antara prinsip-prinsip kami yang pasti, dan kami tidak akan mentolerir setiap perubahan di dalamnya," sambung dia.
Mousavi mengatakan, tindakan itu bertujuan untuk menjaga keamanan perbatasan Iran.
Sebelumnya, Senin (26/10), Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengerahkan pasukan ke provinsi dekat perbatasannya dengan Azerbaijan.
Sejak pertempuran sengit antara Amenia dan Azerbaijan meletus pada 27 September, Iran ikut dibuat khawatir. Terbaru, perbatasan Iran ikut terkena penembakan yang dilakukan oleh Armenia dan pelanggaran wilayah udara oleh pesawat nirawak Azerbaijan.
Selain itu, Mousavi memperingatkan, pasukan musuh juga berupaya mencoba memanfaatkan kerusuhan yang terjadi di perbatasan untuk menyusup ke Iran.
"Teroris Takfiri, ISIS, dan Zionis adalah elemen yang dibenci di seluruh dunia, dan kehadiran mereka di mana-mana menyebabkan kebencian dan ketidakamanan," kata Mousavi.
Ia menegaskan, kelompok-kelompok itu akan menjadi sasaran tanpa memperhatikan orang lain yang ditempatkan di sekitar mereka.
BERITA TERKAIT: