Dalam sebuah pernyataan, Theophilos III mengatakan bahwa dirinya mengamati dengan sangat prihatin keadaan yang terjadi saat ini.
Dia menggarisbawahi bahwa kecamannya kepada siapa pun yang menghina agama Islam, sama kuatnya seperti yang dia lakukan jika penghinaan itu menimpa salah satu agama monoteistik lainnya, seperti dikutip dari
Anadolu Agency, Rabu (28/10).
Theophilos III juga mengutuk semua tindakan kekerasan yang menargetkan mereka yang berbeda pendapat atau keyakinan agama, menyerukan dialog yang beradab sebagai satu-satunya metode interaksi untuk mengurangi kesenjangan intelektual dan ideologis antara agama dan ideologi yang berbeda.
Pada 2 Oktober lalu Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana kontroversialnya untuk mengatasi apa yang disebutnya ‘separatisme Islam’ di Prancis, mengklaim bahwa agama Islam di seluruh dunia sedang dalam keadaan ‘krisis’ dan berjanji untuk membebaskan Islam di Prancis dari pengaruh asing.
Terbaru, sikap keras Macron semakin terpicu setelah insiden pembunuhan keji seorang guru sejarah Samuel Paty, setelah dirinya menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelasnya.
Prancis saat ini memiliki sekitar 5 juta umat Muslim, menjadikannya yang terbesar di Eropa Barat.
BERITA TERKAIT: