Dengan tema
"Friendship, Dialogue and Brotherhood", para generasi muda berbagi pengetahuan mengenai kesulitan yang dialami para migran dan pengungsi dengan bahasa seni.
Pandemi Covid-19 sendiri membuat IFLC ke-18 pada tahun ini digelar secara daring melalui platform YouTube, Facebook, Twitter, dan Instagram pada Sabtu (24/10).
Totalnya, ada lebih dari 200 siswa di 40 negara yang berpartisipasi dalam festival yang dibawakan oleh aktor Amerika, Bill Timoney itu, seperti dilansir dari
BoldMedya, Selasa (27/10).
Dua perwakilan dari Indonesia adalah seorang siswi kelas 8 bernama Safira Early Ramadhani dan siswa kelas 6 bernama Regan Arrozaq Hamdani.
Kedua siswa Indonesia itu menampilkan pertunjukkan dengan menggambarkan kesulitan yang dialami oleh orang-orang yang meninggalkan Turki.
Ada dua proyek khusus yang ditampilkan dalam IFLC. Pertama menggambarkan bagaimana upaya seorang pekerja yang mencoba melarikan diri dari penganiayaan ketika melewati Sungai Evros Turki. Proyek bernama 'Maritza' itu menggambarkan para imigran yang berusaha menyebrangi perbatasan Turki untuk pergi ke Yunani.
Proyek lainnya mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) yang dikemas dalam lagu rap dengan bahasa Turki dan Jerman.
Dalam klip lagu tersebut, mereka membawa pesan bahwa manusia tidak boleh dipisahkan menurut bahasa, agama dan warna kulit.
Festival sendiri dibanjiri oleh dukungan banyak pihak. Salah satunya anggota parlemen federal Jerman, Gisela Manderla, Thomas Hitschler, Karl Heinz Brunner, Ulla Schmidt, Michaela Noll dan Martin Patzelt.
Seorang aktor Swedia ternama, Dolph Lundgren juga turut mengirim pesan dukungan ke IFLC.
“Halo, Warna-Warna Dunia! Ya, saya seorang aktor, pembuat film, ahli karate, pengawal, insinyur kimia. Saya bisa memesan pizza dalam enam bahasa. Pendidikan tidak pernah berakhir dan semakin banyak Anda belajar, semakin banyak pintu terbuka di hadapan Anda. Jadi, teruslah sukses di IFLC! Anda benar-benar mengajari kami sesuatu! Selamat!" katanya.
Puluhan ribu pesan juga dibagikan di layar obrolan langsung selama festival. Penampilan yang dipersembahkan pun diterjemahkan ke dalam bahasa Turki, Jerman, Inggris, dan Prancis.