Adalah Lee Meng-chu. Ia hilang setelah menyebrang dari Hong Kong ke Shenzhen pada 19 Agustus 2019.
Dimuat
Reuters Lee ternyata ditahan dengan alasan membahayakan keamanan nasional. Pasalnya, ia dilaporkan membagikan video dan foto pasukan polisi militer China yang tengah melakukan latihan, memicu adanya spekulasi bahwa Beijing bersiap untuk menerjunkan pasukan besar ke Hong Kong di tengah aksi demonstrasi.
Namun pada Minggu malam (11/10), setahun lebih setelah menghilang, Lee muncul lagi. Kali ini ia muncul di stasiun televisi negara CCTV.
Di sana, ia mengaku bersalah karena merekam 16 video dan mengambil 48 foto di sekitar stadion yang menjadi tempat latihan polisi militer China.
"Saya mengambil ponsel saya untuk merekam beberapa video," kata Lee, diselingi dengan adegan dari tindakan yang dituduhkan.
"Saya minta maaf. Saya telah melakukan banyak hal buruk," sambungnya, rambutnya dipotong pendek, mengenakan kemeja biru dan rompi oranye dengan nomor tahanannya.
Organisasi hak asasi manusia menuduh China secara teratur memaksa tahanan untuk menyampaikan "pengakuan" publik yang disiarkan di televisi. Sedangkan pemerintah China menuduh pihak berwenang dan aktivis Taiwan dalam beberapa bulan terakhir mendukung pengunjuk rasa anti-pemerintah di Hong Kong.
BERITA TERKAIT: