Ambil Peluang, Joe Biden Jadikan Trump Yang Terpapar Covid-19 Sebagai Senjata Kampanye

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 05 Oktober 2020, 12:42 WIB
Ambil Peluang, Joe Biden Jadikan Trump Yang Terpapar Covid-19 Sebagai Senjata Kampanye
Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden/Net
rmol news logo Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden mengambil peluang buruknya penanganan Covid-19 oleh petahana yang juga telah terpapar untuk menggalang dukungan.

Ketika Presiden Donald Trump tengah mendapatkan perawatan Covid-19 di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed, Biden semakin gencar melancarkan kampanye, tentu dengan mengambil tema penanganan pandemi.

Bersama dengan istrinya, Jill, Biden akan melanjutkan kampanye tatap muka di Florida pada Senin (5/10). Florida merupakan salah satu swing state yang paling menantang karena hasil jajak pendapat menunjukkan dukungan untuk Biden dan Trump berbeda tipis.

Meski telah berulang kali menyampaikan harapannya agar Trump segera pulih, Biden dan timnya nyatanya menggunakan tes positif Covid-19 sang rival sebagai senjata pamungkas.

Biden akan menangani pandemi lebih baik daripada Trump. Begitu kiranya kampanya yang ingin disampaikan oleh mantan Wakil Presiden AS itu.

Ketika Trump mengunggah video yang menyatakan bahwa ia telah banyak belajar mengenai Covid-19, penasihat kebijakan luar negeri kampanye Biden, Tony Blinken buka suara. Ia menyebut kesadaran Trump cukup terlambat, ketika hampir 210 ribu orang Amerika meninggal dunia.

"Waktu untuk melakukan itu adalah 200 ribu kematian yang lalu, bukan saat (virus) memengaruhi Anda. Kami semua berhadap Anda baik-baik saja, tetapi juga berharap Anda telah melakukan pekerjaan Anda. Silakan lakukan sekarang," ujarnya.

Sementara Biden menggunakan Trump yang terpapar Covid-19 sebagai senjata, Partai Republik saat ini menggambarkan Presiden AS ke-45 itu sebagai pejuang.

Hal tersebut terlihat ketika Trump secara tiba-tiba mengendarai iring-iringan mobil di luar rumah sakit hanya untuk melambai kepada para pendukungnya, keputusan yang langsung dikritik banyak orang karena Trump dapat membahayakan orang lain.

Trump sendiri mengumumkan telah terpapar Covid-19 bersama dengan istrinya, Melania Trump, pada Jumat dini hari (2/10). Biden yang berbagi panggung debat dengan Trump pada Selasa (29/9) telah dites negatif Covid-19 pada Jumat hari yang sama dan pada Minggu.

Sejauh ini, AS sudah memiliki sekitar 7,4 juta kasus Covid-19 dengan lebih dari 209 ribu kematian. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA