Di dalam laporan Pentagon tersebut, China mempertimbangkan Indonesia bersama 11 negara lainnya untuk dijadikan markas militernya.
Berbicara dalam konferensi pers virtual pada Jumat (4/9), Retno menegaskan, Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan militer bagi negara mana pun.
"Secara tegas, saya tekankan bahwa sesuai dengan garis dan prinsip politik luar negeri Indonesia, maka wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara mana pun," ujarnya.
"Saya ulangi, wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara mana pun," sambungnya.
Sebelumnya, Pentagon merilis laporan tahunan setebal 200 halaman tersebut setelah mempresentasikannya ke Kongres.
Di sana, Pentagon menjelaskan, China tengah merencanakan menambah fasilitas logistik militer untuk angkatan laut, udara, dan daratnya.
Selain Indonesia, ada nama Thailand, Singapura, Myanmar, Pakistan, Sri Lanka, Uni Emirat Arab (UEA), Kenya, Seychelles, Tanzania, Angola, dan Tajikistan di sana.
Laporan tersebut juga mengklaim, mega proyek China, Belt and Road Initiatives (BRI) dijadikan untuk keuntungan militer guna mendukung dukungan logistik China di Samudra Hindia, Laut Mediterania, dan Samudra Atlantik.
BERITA TERKAIT: