Menurut kedutaan, latihan tersebut bersifat provokatif dan berbahaya sehingga dapat menciptakan ketidakstabilan di kawasan.
"Kami menyoroti pesan-pesan, termasuk pernyataan
The Washington Times yang anti-Rusia, dan dukungan media untuk latihan Angkatan Bersenjata AS dengan Estonia," bunyi pernyataan kedutaan di Facebook seperti dikutip
Sputnik, Selasa (1/9).
Latihan militer gabungan tersebut dilaporkan akan berlangsung pada 1 hingga 10 September dengan menggunakan beberapa sistem roket peluncur di sekitar perbatasan Rusia yang letaknya 110 km dari lokasi.
Dalam pernyataannya, kedutaan meminta agar AS dan sekutunya untuk membatasi kegiatan latihan serta mengalihkan area dari garis kontak antara Rusia dan NATO.
"Kami menganggap tindakan Angkatan Bersenjata AS di Estonia provokatif dan sangat berbahaya bagi stabilitas kawasan," sambung kedutaan.
Lebih lanjut, kedutaan mempertanyakan sinyal yang ingin disampaikan oleh NATO terkait dengan latihan militer tersebut.
"Sinyal apa yang ingin dikirim anggota NATO kepada kami? Siapa yang sebenarnya memicu ketegangan di Eropa? Dan semua ini terjadi dalam konteks situasi politik yang memburuk di wilayah benua Eropa itu," tanya kedutaan.
Estonia merupakan anggota NATO namun merupakan bagian dari pecaan Uni Soviet. Pekan lalu, pesawat pembom B-52 AS terbang dalam formasi di dekat 30 negara anggota NATO.
BERITA TERKAIT: