Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly pada Minggu (30/8) bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Media Prancis dan sumber yudisial bahkan menyebut Rusia menjadi negara yang mungkin menerima dokumen rahasia tersebut.
Sementara Radio Europe 1 melaporkan, bahwa seorang letnan kolonel Perancis yang berbasis di Italia dan ditempatkan dengan NATO diduga telah mengirimkan dokumen sensitif ke dinas rahasia Rusia. Parly mengatakan kementeriannya telah memberi tahu jaksa tentang kasus itu. Dia tidak merinci apa yang diduga dilakukan petugas itu.
"Yang dapat saya konfirmasikan adalah bahwa seorang perwira senior menghadapi proses hukum atas pelanggaran keamanan," kata Florence Parly kepada radio Europe 1, CNews dan surat kabar Les Echos, seperti dikutip dari France 24, Minggu (30/8).
"Kami telah menerapkan semua pengamanan yang diperlukan," kata Parly.
Sebuah sumber pengadilan kemudian membenarkan bahwa seorang perwira senior telah didakwa dengan tuduhan yang melibatkan "intelijen dengan kekuatan asing yang merusak kepentingan fundamental bangsa".
“Dia dituntut karena memberikan informasi kepada kekuatan asing serta mengumpulkan informasi yang merugikan kepentingan fundamental bangsa dengan tujuan untuk menyampaikannya kepada kekuatan asing dan membahayakan kerahasiaan pertahanan nasional,†kata sumber itu. .
Menurut informasi yang disiarkan Europe 1, pria itu ditangkap oleh dinas intelijen DGSI saat akan berangkat ke Italia pada akhir liburannya di Prancis dan ditahan di sebuah penjara di Paris. Pejabat itu berbicara bahasa Rusia dan terlihat di Italia dengan seorang pria yang diidentifikasi sebagai agen GRU, dinas intelijen militer Rusia.