Musa Orhan, diduga telah menyekap dan memperkosa gadis 18 tahun selama 20 hari hingga sang gadis memutuskan bunuh diri.
"Korban Er, diduga diculik dan diperkosa oleh Orhan selama 20 hari di tenggara Kota Batman," ujar lembaga itu di laman resminya, dikutip Sabtu (29/8).
"Gadis itu baru-baru ini meninggal di rumah sakit setelah mencoba bunuh diri," lanjut pernyataan itu.
Penderitaan korban diungkakan dalam sebuah surat yang ditulisnya pada 16 Juli sebelum mencoba bunuh diri.
Tersangka, Orhan, ditahan keesokan harinya setelah tuduhan pemerkosaan itu dikonfirmasi oleh laporan dari Council of Forensic Medicine. Penangkapan dan penahanan Orhan juga diduga dilakukan karena adanya desakan dan kemarahan publik atas peristiwa tersebut.
Dalam kesaksiannya, Orhan awalnya membantah terlibat dalam hubungan seksual apa pun dengan korban. Tetapi ketika dia ditunjukkan laporan forensiknya, dia kemudian mengatakan dia berada di bawah pengaruh alkohol tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Kepala Kantor Kejaksaan Umum mendakwa Orhan dengan tuduhan 'penyerangan seksual yang sangat jahat'.
Pengacara Orhan, Mehmet Erkan Akkus, mengajukan petisi ke pengadilan menolak penangkapannya dan mengklaim bahwa kliennya tidak akan melarikan diri.
Komandan Umum Gendarmerie telah memecat Orhan dari posisinya.
Pengadilan pidana tinggi di tenggara kota Siirt akhirnya memerintahkan pembebasan Orhan.
Pengadilan juga menolak banding atas pembebasan Orhan yang diajukan oleh The Batman Chief Public Prosecutor’s Office, yang telah melakukan penyelidikan atas kematian Er (korban), dengan mengatakan bahwa keputusan hakim sudah final.
"Orhan dibebaskan dari penjara pada hari Selasa(25/8) sebelum sidang dilakukan," ujar media lokal Turki.
Sidang perdana akan digelar di Pengadilan Pidana Tinggi II Siirt pada Oktober mendatang.
Selain kasus Orhan, Stockholm Center For Freedom juga menyoroti penahanan aktivis HAM Turki, Acun KaradaÄŸ dan penahanan jurnalis. Acun KaradaÄŸ sebelumnya adalah guru yang kemudian diberhentikan dari pekerjaannya oleh undang-undang darurat sebagai bagian dari pembersihan pasca kudeta.
Ia ditangkap oleh pengadilan Turki pada 21 Agustus lalu dan dimasukkan ke dalam tahanan.
Wanita itu ditahan bersama lima orang lainnya yang juga mantan pegawai negeri yang diberhentikan pada tahun 2016 oleh undang-undang darurat.
Penangkapan KaradaÄŸ pertama kali diumumkan oleh putrinya di Twitter. Sementara lima tahanan lainnya kemudian dibebaskan dan menunggu persidangan.
Sebagai bagian dari pembersihan setelah upaya kudeta pada 15 Juli 2016, pemerintah Turki memecat lebih dari 150.000 pegawai negeri dari pekerjaan negara dan menyelidiki hampir 600.000 orang, menahan atau menangkap setengah dari mereka atas tuduhan palsu terkait terorisme.
Sejak 2016 KaradaÄŸ dan teman-temannya telah memprotes pelanggaran hak asasi manusia di Turki dan pemecatan pejabat publik.