Kendati begitu, Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga menegaskan, masih terlalu dini untuk membahas siapa yang akan menggantikan Abe mengingat perdana menteri terlama Jepang tersebut masih memiliki waktu satu tahun untuk masa jabatannya.
"Terlalu dini untuk membicarakan 'pasca-Abe' karena dia masih memiliki sisa satu tahun lagi dalam masa jabatannya," ujar Suga dalam konferensi pers pada Rabu (26/8).
Suga sendiri dipandang sebagai calon pengganti Abe jika ia mengundurkan diri karena kondisi kesehatannya yang memburuk.
Selain Suga, ada sekutu dekat Abe dari Partai Demokrat Liberal (LDP), Akira Amari. Amari selama ini berusaha untuk menghilangkan keraguan atas kesehatan Abe dengan menjelaskan bahwa sekutunya itu akan memenuhi masa jabatannya hingga September tahun depan.
Dalam dua pekan terakhir, Abe sudah dua kali mengunjungi rumah sakit. Kunjungan tersebut muncul di tengah isu menurunnya kesehatan Abe yang kelelahan bekerja karena harus menangani pandemik Covid-19.
Sebuah laporan media menyebut, Abe sempat mengalami muntah darah. Sementara itu, Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura mengatakan, Abe tampak sedikit kelelahan.
Sampai saat ini, Abe belum mengungkap kondisi kesehatannya secara rinci. Ia berencana akan melakukan konferensi pers pada Jumat (28/8).
Abe saat ini sudah berusia 65 tahun. Ia merupakan perdana menteri terlama Jepang yang sudah menjabat sejak 2012.
BERITA TERKAIT: