Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang pada Selasa (25/8) mengatakan, pihaknya akan memperketat aturan terhadap perusahaan China dan menyelidiki operasi mereka di pulau tersebut.
Selain itu, Su mengatakan, saat ini pemerintah sedang mendukung langkah-langkah untuk menegakkan peraturan dalam undang-undang yang mengatur hubungan Taiwan dengan China.
"Taiwan tidak akan membiarkan investasi China menarik, berbelok di setiap titik, seperti pemerintah tidak memiliki kendali dan tidak dapat mengendalikannya," kata Su, melansir
Reuters.
“Kami memiliki pemerintahan, dan kami tidak akan melakukannya seperti ini," sambungnya.
Terbaru, Taiwan berencana untuk menghentikan penjualan lokal layanan streaming televisi internet China, Taobao.
Pekan ini, pemerintah memberikan waktu enam bulan bagi Taobao untuk mendaftar ulang apakah perusahaan tersebut didukung oleh China. Jika tidak, Taobao harus meninggalkan pulau tersebut.
Sementara itu, pihak Taobao Taiwan berdalih mereka memiliki mekanisme yang berbeda dengan Taobao China yang dimiliki oleh Alibaba Group dan tidak termasuk di salamnya.
Tapi, Pemerintah Taiwan mengatakan operator Taobao Taiwan yang terdaftar di Inggris dikendalikan oleh Alibaba.
Taiwan memang sudah lama mencurigai pengaruh China, termasuk dengan menyebarkan berbagai berita palsu secara daring.
Saat ini, ketegangan antara Taiwan dan China semakin tinggi, khususnya dengan berbagai manuver yang dilakukan oleh Beijing di dekat Selat Taiwan.
BERITA TERKAIT: