Para pekerja di perusahaan terbesar Belarus melakukan pemogokan, bagian dari aksi protes massa yang meletus pasca kemenangan Presiden Aleksandr Lukashenko.
"Kami belum memiliki sinyal konkret, tetapi gangguan ekonomi di negara tetangga mungkin berdampak," kata Skvernelis kepada wartawan.
Skvernelis memandang perlu mengikuti situasi di Belarus yang kemungkinan besar berpotensi mengganggu ekonomi.
"Belarusia adalah mitra ekonomi yang cukup penting," katanya, mengutip Tass, Kamis (20/8). "Kami belum menerima sinyal apa pun dari Lietuvos Geležinkeliai (Jalur Kereta Api Lituania) dan Pelabuhan Klaipėda, tetapi kami mengamati situasinya dan itu benar-benar mengkhawatirkan."
Pemogokan para pekerja berpengaruh terhadap Belaruskali, salah satu produsen pupuk terbesar di dunia yang mengekspor produknya melalui Kereta Api Lituania milik negara dan pelabuhan KlaipÄ—da. Kereta Api Lituania juga mengangkut produk minyak kilang Belarusia ke Klaipeda di mana mereka dimuat ke kapal oleh KlaipÄ—dos Nafta.
Kedutaan Besar Lituania di Minsk mengatakan ada sekitar 600 perusahaan milik Lituania beroperasi di negara tetangga mereka, Belarus.
Investor dari Lituania termasuk SBA Group, memiliki pabrik-pabrik besar. Begitu juga dengan Vakarų Medienos Grupė (VMG), salah satu kelompok pengolahan kayu dan produksi furnitur terbesar di Baltik.
Kauno Grūdai, Eugesta, Weaving dan perusahaan Lituania lainnya juga beroperasi di Belarus.
Presiden Konfederasi Industrialis Lituania, Vidmantas JanuleviÄius, mengatakan bahwa sekitar 20 perusahaan milik Lituania masing-masing telah menginvestasikan lebih dari 5 juta hingga 10 juta euro di Belarus.