“Kami menang, tapi kami tidak akan pernah melupakan kepada siapa kami berhutang kemenangan ini. Kami berhutang kemenangan ini kepada Anda, kepada rakyat Dominika,†kata Luis Abinader, seperti dikutip dari
Dominican Today, Minggu (16/8).
Abinader menerima selempang kepresidenan pada hari Minggu (16/8) dari Presiden Dominika yang akan digantikannya, Danilo Medina, usai menjadi pemenang dalam pemilihan presiden yang digelar pada 5 Juli 2020. Di dalam Majelis, Abinader dan wakilnya, Raquel Pena, dilantik oleh ketua Senat Eduardo Estrella.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu termasuk di antara peserta pada upacara pengambilan sumpah hari Minggu di Santo Domingo.
Dalam pidatonya ia mengacu pada tantangan yang dihadapi negara, dan mengatakan bahwa yang paling penting saat ini adalah melindungi kesehatan masyarakat dan membangkitkan kembali ekonomi, seperti dikutip dari PL, Minggu (16/8)
Sejumlah pekerjaan berat tengah menanti Abinader. Selain memiliki 86.309 orang yang terinfeksi Covid-19 dan 1.453 kematian, Dominika juga tengah mengalami situasi ekonomi yang disertai dengan hutang yang tinggi, fiskal ketat, penurunan pendapatan yang cukup besar, dan peningkatan pengangguran yang selangit.
Selain itu, sektor produktif Dominika berada di tengah konteks yang tidak pasti. Pajak penghasilan mungkin akan mengalami presentasi terburuk dalam sejarah tahun ini dan negara harus mengoptimalkan belanja publik, karena tidak ada pilihan lain.
Luis Abinader adalah seorang ekonom dan pengusaha berusia 52 tahun yang berasal dari provinsi Santiago.
Dia belajar di Republik Dominika sebelum pindah untuk sementara waktu ke Amerika Serikat, di mana dia menyelesaikan studi pascasarjana Manajemen Proyek di Arthur D. Little Institute di Cambridge, Massachusetts. Ia juga belajar Keuangan Perusahaan dan Rekayasa Keuangan di Universitas Harvard, dan Manajemen Lanjutan di Dartmouth College di New Hampshire.
Dia berasal dari keluarga pengusaha kaya, dan ayahnya, José Rafael Abinader, adalah wakil presiden PRM dan pendiri O&M Universitas Dominika.
Sekembalinya ke tanah air, ia mulai terjun ke dunia politik yang ia kerjakan bersama beberapa proyek bisnis di sektor pariwisata dan produksi bahan bangunan.
Dia adalah kandidat pada 2005 dan 2012 untuk wakil presiden PRD dan Partai Humanis Dominika yang memproklamasikannya sebagai kandidat presiden pada 2014.
Selain itu Abinader juga menjabat sebagai presiden eksekutif perusahaan pengembangan pariwisata bernama Grupo Abicor dan menjabat sebagai wakil presiden perusahaan Cementos Santo Domingo.