Begitu peringatan yang dilontarkan oleh seorang komandan tinggi Iran, yakni Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri pada akhir pekan ini.
Dengan tegas dia memperingatkan bahwa UEA kini akan menjadi "tersangka utama" untuk setiap masalah di Teluk Persia.
"Sayangnya, UEA telah mencapai kesepakatan untuk menormalisasi hubungan dengan rezim Israel yang membunuh anak-anak," kata Bagheri pada hari Minggu (16/8).
"Pendekatan Teheran ke UEA akan berubah. Jika sesuatu terjadi di wilayah Teluk Persia dan jika keamanan nasional kami rusak, betapapun kecilnya, kami akan meminta pertanggungjawaban UEA untuk itu dan kami tidak akan mentolerirnya," sambungnya, seperti dikabarkan
Russia Today.
Diketahui bahwa kesepakatan perdamaian, yang digadang-gadang sebagai kerberhasilan dari mediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan tim negosiatornya itu akan memulihkan hubungan diplomatik antara Israel dan UEA.
Salah satu poin dalam kesepakatan itu antara lain adalah Israel setuju untuk "menangguhkan" rencananya untuk mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat.
Kesepakatan itu mengundang kemarahan, bukan hanya dari Iran tapi juga dari banyak negara Muslim lainnya.
Presiden Iran Hassan Rouhani pada akhir pekan ini bahwa mengatakan bahwa itu adalah "kesalahan besar" yang dilakukan oleh pihak UEA.
BERITA TERKAIT: