Xu Weihong adalah warga Kanada yang diduga telah memproduksi ketamin, obat anestesi yang digunakan terutama dalam operasi dokter hewan yang dapat mengakibatkan efek perubahan pikiran yang dapat membuat mimpi terasa menjadi nyata.
Wen Guanxiong, warga Kanada lainnya yang diduga menjadi kaki tangan Xu, dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Menengah Kota Guangzhou.
Juru bicara kementerian luar negeri Wang Wenbin mengatakan hukuman itu tidak ada hubungannya dengan ketegangan antara kedua negara.
“Saya ingin menekankan bahwa otoritas peradilan China menangani kasus yang relevan secara independen sesuai ketat dengan hukum dan prosedur hukum China,†katanya. “Kasus ini seharusnya tidak berdampak pada hubungan China-Kanada,†ungkapnya seperti dikutip dari AA, Kamis (6/8).
Tapi sejarah berkata lain. Ketegangan antara kedua negara telah terjadi sejak pejabat Kanada menangkap eksekutif Huawei Meng Wanzhou pada Desember 2018 di bandara Vancouver atas perintah Amerika yang menginginkan agar Meng diekstradisi untuk menghadapi tuduhan penipuan di AS.
China menuntut agar Kanada segera membebaskan Meng namun permintaan itu diabaikan oleh pengadilan Kanada. Di saat hampir bersamaan dua warga Kanada kemudian ditahan atas tuduhan menjadi mata-mata oleh pemerintah Tiongkok.
Pada langkah selanjutnya Beijing kemudian membatasi impor produk pertanian tertentu yang berasal dari Kanada.
Menurut sebuah laporan dari koran National Post , China diduga melakukan serangan pembalasan lainnya, dengan menahan rilis sampel virus corona oleh pejabat bea cukai yang seyogyanya akan digunakan oleh Kanada untuk uji klinis pada manusia, meskipun kedua negara telah menandatangani kesepakatan dua setengah bulan lalu. Serum itu seharusnya membuat orang Kanada mendapatkan akses awal ke vaksin virus corona.
Mantan Duta Besar Kanada untuk China David Mulroney mengatakan Beijing mungkin menahan vaksin untuk memberikan lebih banyak hukuman ke Kanada.
"Sepertinya pengiriman ditunda sebagai bagian dari pembalasan China terhadap Kanada atas penangkapan Meng," katanya.